Permasalahan yang Kerap Muncul di Aplikasi SIMAK dan Saiba Saat Rekonsiliasi

By | Desember 5, 2017
PERSIAPAN REKON SIMAN

Nyaris tiap kali rekonsiliasi ada saja masalah yang muncul pada aplikasi SIMAK-BMN atau Saiba. Dua aplikasi ini kan memang saling terkait. Permasalahan awal biasanya datang dari aplikasi SIMAK karena aplikasi Saiba pada dasarnya hanya menerima arsip data komputer (ADK) dari aplikasi SIMAK.

Permasalahan yang muncul kadang bisa di luar dugaan. Aku bilang di luar dugaan karena saat membuat laporan akhir bulan, data yang tersaji telah fix dan benar.

Sebagai operator SIMAK, kadang aku merasa sudah benar menginputkan aset negara yang digunakan oleh kantor. Namun, ketika ADK dikirim ke aplikasi Saiba, barulah kelihatan masalahnya satu per satu. Terlebih saat permasalahannya ada di data belanja modal atau pembelian barang, bisa kesal mendadak. 😀

Nah, berikut permasalahan yang kerap muncul di aplikasi SIMAK dan Saiba saat rekonsiliasi.

| Baca Juga!  Cara Mudah Penyampaian SPT Tahunan Menggunakan E-Filing

1. Beda nilai persediaan pada neraca.

Ini cukup ngeselin kalau sampai terjadi. Baik hanya selisih nominal, atau ada barang persediaan yang belum teregistrasi.

Operator SIMAK: “Seluruh barang persediaan yang dibeli, sudah aku inputkan ke aplikasi. Asli.”

Operator Saiba: “Tapi kenapa masih ada barang yang belum tergistrasi di sini?” Atau, “Ini kenapa akun persediaan bisa selisih satu juta dengan neraca di SIMAK?”

Hmmm…solusinya, posting ulang dari awal bulan pada satu semester. Januari misalnya, pada semester satu. Insya allah ngga ada selisih atau beda nilai pada neraca. Selesai satu, deh.

2. Barang Milik Negara (BMN) Belum Didistribusikan.

Ini biasanya operator SIMAK lupa. Hahaha. Iya, bilang aja lupa. Jangab ngatain malas, ya. Permasalahan sepele banget, tapi bisa bikin malu.

| Baca Juga!  Rekonsiliasi Menggunakan Aplikasi SIMAN Vs Manual

Hmmm…solusinya, segera didistribusikan dengan mengecek terlebih dahulu data di menu Daftar Barang, lalu pilih Barang yang Belum Didistribusikan. Selesai dua, deh.

3. Salah mamasukan akun belanja.

Ini terjadi bila satker mengadakan belanja modal atau pembelian barang. Operator SIMAK harus jeli membaca akun belanja yang tertera pada Surat Perintah Membayar (SPM). Permasalahan datang di aplikasi Saiba jika operator SIMAK sampai salah menginputkan akun belanja.

Transaksi yang telah terinput di aplikasi SIMAK akan berwarna merah jika telah dilakukan transfer ADK ke aplikasi Saiba. Ini permasalahan banget, dan cukup menyebalkan karena akan menimbulkan perbedaan di neraca.

Hmmm…solusinya, masukan akun belanja sesuai SPM. Akun yang salah input akan nampak merah di aplikasi Saiba. Segera saja melakukan ubah data pada sub menu pembelian. Akun belanja yang diinput cukup empat digit dari depan. Perhatikan juga nomor SP2D, tanggal SP2D, dan harga beli barang. Selesai tiga deh, ya.

| Baca Juga!  Revaluasi Aset BMN Melalu Aplikasi SIMAN

Tiga permasalahan di atas paling sering dialami saat waktunya rekonsiliasi. Jujur, meski permasalahannya itu terus dan itu lagi, tetap sukses membuat operator sumuuuk. Terlebih jika sampai harus melakukan proses reklasifikasi barang, beeuuh…kesyeel sebeeel. 😀

13 thoughts on “Permasalahan yang Kerap Muncul di Aplikasi SIMAK dan Saiba Saat Rekonsiliasi

  1. sehat terateti

    mohon solusi, saya pernah mengosongkan transaksi 20 digit tai yg terjadi di neraca tahunan tidak bisa cetak. tapi neraca perbulan desember bisa muncul. mohon info, terimakasih.

    Reply
    1. Idah Ceris Post author

      Belum ganti tahun anggaran sudah mengosongkan transaksi, Kak?

      Reply
  2. dian

    mohon solusinya, saya mengirimkan aplikasi persediaan versi 17.1 bulan januari 2018 ke aplikasi simak bmn versi 17.2 tp dineraca simak dan persediaan knp bs beda ya???barang konsumsi di simak jd berkurang dan bahan untuk pemeliharaan juga berkurang. mohon bantuan dan infonya. terimakasih.

    Reply
    1. Idah Ceris Post author

      Selagi aplikasi SIMAK belum update untuk 2018, persediaan masih terus selisih, Mbak Dian. Ditunggu saja rilis update aplikasi SIMAK, ya. 🙂

      Reply
  3. wawan

    saya input barang di simak, dalam satu sp2d ada 2 barang. di cek di laporan KPB yang satu masuk ke intra dan yg satu lagi masuk ke barang ekstra. setelah dikirim ke saiba, di cek di buku akrual hanya 1 barang yg teregister yaitu barang yang di intra, sedangkan barang yang masuk di ekstra tidak… bagaimana solusinya

    Reply
    1. Idah Ceris Post author

      Barang sudah langsung dimasukan ke DBR kan, Kak? Sudah langsung didistribusikan, kan?

      Reply
  4. Dina

    permisi mau tanya kak, saya lagi ada masalah juga nih. ketika operator saiba mengupload adk ke web e rekok terdapat selisih barang konsumsi di aplikasi saiba dan simak. nilai di aplikasi simak lebih sedikit dri pada saiba. padahal neraca sudah sama dan semua branh sudah teregister semua. itu kira2 solisinya gimana ya kak? terima kasih

    Reply
    1. Idah Ceris Post author

      Berarti permasalahan ada di Persediaan ya, Kak. Coba buat folder baru untuk menampung pengiriman ulang dari SIMAK ke SAIBA. Kemudian, lakukan batal terima dari di aplikasi SAIBA. Lakukan kirim ulang dan posting ulang ya, Kak. Semoga membantu. 🙂

      Reply
  5. Aeik wira

    Mohon bantuanya.. Saya sdh rekon internal dgn saiba dan sdh fix tdk ada selesih tpi pada saat saya upload dri saiba ke erekon djkn malah muncul selesih..???

    Reply
  6. rama

    Asalammualaikum kak , mohon solusinya kita kan ada penghapusan, udh di rekam di menu penghapusan setelah kita transfer ke saiba saat e-rekon muncul aset tidak normal mohon solusi nya kak mksih

    Reply
  7. kriswantoro

    mhon ijin pencerahan klo di saiba rekon internal dengan simak sudah ok, tetapi sesudah di upload di erekon di menu monitoring Rekonsiliasi internal masih selisih, padahal dicek disaibanya sudah klop, itu gimana ya? mohon pencerahan.

    Reply
    1. Idah Ceris Post author

      Mungkin backup-annya, Kak. Coba diulagi pada folder baru, ya. Backup ulang, nanti diunggah lagi di e-rekon.

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *